Jakarta – Di tengah derasnya kritik dan sorotan terhadap institusi kepolisian, tokoh mahasiswa Unpam, Soleman Keno, justru melontarkan pernyataan yang berbeda. Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan nasional yang masih terjaga hingga saat ini tidak bisa dilepaskan dari peran besar Polri dalam mengawal keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut Soleman, banyak pihak kerap melupakan betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi aparat di lapangan. Mulai dari konflik sosial, aksi unjuk rasa yang berpotensi ricuh, tawuran antarkelompok, hingga maraknya geng yang meresahkan masyarakat, semuanya membutuhkan kehadiran negara melalui institusi kepolisian.
“Bayangkan jika polisi tidak hadir di tengah masyarakat,” demikian gambaran yang disampaikan Soleman. Ia menilai kondisi keamanan yang saat ini relatif kondusif merupakan bukti nyata bahwa peran Polri masih menjadi pilar penting dalam menjaga ketertiban publik di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.
Soleman bahkan menyebut kehadiran polisi bukan sekadar simbol negara, melainkan faktor yang membuat masyarakat merasa terlindungi. Rasa aman untuk beraktivitas, bekerja, berusaha, hingga menjalani kehidupan sehari-hari dinilainya lahir dari adanya aparat yang siap menjaga keamanan dan merespons berbagai gangguan kamtibmas.
Tak hanya soal keamanan, Soleman juga menyoroti fungsi strategis Polri dalam penegakan hukum. Di tengah tuntutan masyarakat akan kepastian hukum dan keadilan, ia menilai polisi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan hukum tidak hanya menjadi aturan di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pernyataan Soleman ini menjadi sorotan tersendiri karena muncul di tengah beragam perdebatan mengenai kinerja aparat penegak hukum. Baginya, terlepas dari berbagai tantangan dan kritik yang ada, keberadaan Polri tetap menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas nasional, keamanan publik, dan rasa keadilan di tengah kehidupan masyarakat Indonesia. (/*ADR)











