Jakarta – Aliansi Masyarakat Timur melontarkan seruan tegas kepada seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam perjalanan pembangunan nasional. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, sosial, dan keamanan, organisasi tersebut menilai keberhasilan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.
Penggerak utama aliansi, Encis, menegaskan bahwa pembangunan tidak akan berjalan optimal jika seluruh beban diserahkan kepada pemerintah semata. Menurutnya, masyarakat harus mengambil peran sebagai mitra strategis yang ikut menjaga stabilitas, mengawasi pelaksanaan program, sekaligus memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke tingkat akar rumput.
“Sudah saatnya masyarakat, terutama pemuda, mengambil bagian dalam menjaga kondusivitas nasional. Keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat atau pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara,” tegas Encis.
Ia menilai semangat kolaborasi menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi, polarisasi sosial, dan berbagai tantangan yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa. Karena itu, Aliansi Masyarakat Timur mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat menghambat agenda pembangunan nasional.
Tak hanya memberikan dukungan, aliansi tersebut juga mendorong masyarakat untuk aktif mengawal implementasi berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Asta Cita. Menurut mereka, pengawasan publik merupakan elemen penting agar setiap kebijakan berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, Gregorius menegaskan bahwa partisipasi masyarakat adalah faktor penentu keberhasilan pembangunan. Ia menilai dukungan terhadap pemerintah harus diwujudkan dalam tindakan konkret, mulai dari menjaga stabilitas lingkungan, memperkuat persatuan sosial, hingga mengawal pelaksanaan program di lapangan. “Indonesia tidak akan maju hanya dengan wacana. Dibutuhkan keterlibatan nyata seluruh elemen bangsa agar visi besar pembangunan dapat terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat,” pungkasnya (/RA)











