JAKARTA – Memasuki usia ke-15, GRIB JAYA menegaskan posisi politik dan sosialnya secara lebih tegas dengan menyatakan komitmen penuh untuk mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam momentum tersebut, Ketua Umum menekankan bahwa eksistensi organisasi tidak hanya ditopang oleh solidaritas internal, tetapi juga oleh tanggung jawab moral untuk hadir di tengah rakyat secara nyata.
Ia menyebut bahwa GRIB JAYA tetap solid di tengah derasnya isu, rumor, dan berbagai narasi negatif yang beredar di media sosial. Menurutnya, serangan informasi tersebut tidak mampu melemahkan struktur organisasi yang telah terbentuk hingga ke tingkat daerah, justru menjadi penguji ketahanan dan kedewasaan kader dalam menjaga marwah organisasi.
Dalam pidatonya, ia juga menyinggung hubungan kedekatan organisasi dengan Presiden Prabowo Subianto yang disebut sebagai Dewan Pembina. Ia menegaskan bahwa arahan Presiden selalu jelas, yakni memperkuat keberpihakan kepada rakyat, ulama, kiai, dan santri, serta memperkokoh sinergi dengan TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas nasional serta menegakkan nilai-nilai Pancasila secara konsisten.
Lebih jauh, Ketua Umum menekankan bahwa GRIB JAYA tidak boleh menjadi ruang yang bertentangan dengan hukum. Ia secara eksplisit meminta seluruh kader untuk disiplin, taat aturan, dan tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan masyarakat. Menurutnya, organisasi harus berdiri di garis yang sama dengan upaya negara dalam pemberantasan korupsi serta praktik mafia pertanahan, mafia hukum, dan mafia peradilan yang masih menjadi persoalan serius.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap program pemerintah bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab kebangsaan yang harus diwujudkan secara konkret. Karena itu, ia meminta seluruh kader untuk aktif menjaga ketertiban sosial dan tidak menjadi bagian dari masalah di tengah masyarakat, melainkan menjadi bagian dari solusi.
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan pesan paling tegas bahwa tidak ada satu pun kader GRIB JAYA yang kebal hukum, termasuk dirinya sendiri. Ia meminta seluruh anggota bersikap gentleman, siap bertanggung jawab atas setiap kesalahan, dan tunduk pada proses hukum yang berlaku tanpa pengecualian, sebagai bentuk komitmen terhadap integritas dan kepercayaan publik. (/RA)











