Jakarta – Alya Sevira Ananda mengajak masyarakat untuk semakin meningkatkan literasi digital di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Menurutnya, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap isu-isu kebijakan publik saat ini semakin berkembang, seiring dengan maraknya narasi yang beredar di berbagai platform digital.
Ia menilai, di era pemerintahan saat ini, media sosial menjadi ruang utama bagi munculnya berbagai gerakan dan kritik publik. Mulai dari isu “Indonesia Gelap”, tuntutan 17+8, evaluasi satu tahun kepemimpinan nasional, hingga penolakan sejumlah rancangan undang-undang, termasuk aksi unjuk rasa 12 Juni 2026 bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut”, menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam ruang demokrasi digital.
Namun demikian, Alya menyoroti bahwa media sosial tidak hanya menjadi ruang ekspresi publik, tetapi juga arena pertarungan opini. Ia menyebut adanya perbedaan antara narasi organik yang lahir dari keresahan masyarakat dengan narasi non-organik yang didorong oleh kepentingan tertentu melalui strategi komunikasi digital.
Menurutnya, praktik agensi publikasi dan strategi Public Relations (PR) kerap dimanfaatkan secara tidak tepat untuk membentuk persepsi publik. Dalam beberapa kasus, muncul fenomena banjir komentar seragam yang berusaha menggiring opini, melabeli kelompok tertentu, hingga menciptakan persepsi yang tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata.
Meski demikian, Alya melihat masyarakat kini semakin kritis dalam menyikapi informasi. Ia menilai publik mulai mampu mengenali pola komunikasi yang tidak wajar serta lebih aktif dalam mengoreksi narasi yang dianggap menyesatkan. Hal ini menjadi indikator positif bahwa kesadaran literasi digital di Indonesia terus berkembang.
Di akhir pernyataannya, Alya menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kualitas ruang digital. Ia berharap publik dapat lebih cermat dalam memilah informasi serta mampu membedakan antara opini yang lahir dari realitas sosial dengan narasi yang dibentuk secara sistematis, sehingga demokrasi tetap berjalan sehat dan konstruktif. /*Adr











