JAKARTA, – Salah satu Koordinator lapangan (Korlap) massa aksi di Jakarta Sdr. Ag mengajak seluruh peserta peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day untuk menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif selama kegiatan berlangsung. Seruan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan ruang demokrasi yang tertib serta menghormati hak masyarakat lainnya dalam beraktivitas.
Dalam keterangannya, Korlap massa menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang. Namun demikian, seluruh peserta aksi diimbau untuk tetap mematuhi aturan hukum, menjaga ketertiban umum, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun fasilitas publik.
“Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk menjaga semangat persaudaraan, tidak mudah terpancing provokasi, dan tetap mengedepankan cara-cara damai dalam menyampaikan aspirasi. May Day adalah momentum perjuangan buruh yang harus diisi dengan kegiatan positif dan bermartabat,” ujar Korlap massa dalam pernyataannya.
Korlap juga mengapresiasi langkah aparat keamanan dan pemerintah daerah yang telah melakukan koordinasi secara humanis guna memastikan pelaksanaan May Day berjalan aman dan lancar. Menurutnya, sinergi antara peserta aksi, aparat keamanan, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan kenyamanan bersama selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, peserta aksi diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan, menaati rute yang telah disepakati, serta menghindari tindakan anarkis yang dapat mencederai tujuan utama peringatan Hari Buruh. Korlap menekankan bahwa perjuangan menyampaikan aspirasi akan lebih efektif apabila dilakukan secara tertib dan penuh tanggung jawab.
“Kami percaya bahwa seluruh elemen buruh memiliki kedewasaan dalam berdemokrasi. Jangan sampai perjuangan yang baik justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan kericuhan atau memecah persatuan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Korlap Sdr. Ag juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi provokatif maupun ajakan yang berpotensi memicu konflik di media sosial. Seluruh pihak diminta untuk mengedepankan komunikasi yang baik dan menjaga suasana tetap sejuk demi kepentingan bersama.
Peringatan May Day tahun ini diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas pekerja sekaligus mempererat hubungan antara buruh, pemerintah, dan dunia usaha dalam membangun iklim ketenagakerjaan yang sehat dan produktif. Aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi masukan konstruktif bagi peningkatan kesejahteraan pekerja di Indonesia. (*/ADR).











