Berita  

Modus Baru Terungkap, Ambulans Diduga Dipakai untuk Aksi dan Aktivitas Melanggar Hukum

BEKASI, – Komunitas Ambulans Community Bekasi melontarkan kritik keras atas maraknya dugaan penyalahgunaan ambulans yang dinilai semakin jauh dari fungsi utamanya sebagai kendaraan penyelamat nyawa. Fenomena ini tidak lagi dianggap sebagai pelanggaran sporadis, melainkan telah berkembang menjadi pola yang mengancam integritas layanan kemanusiaan di ruang publik.

Sejumlah temuan di lapangan memperlihatkan praktik menyimpang yang memicu keprihatinan serius. Ambulans yang seharusnya steril dari kepentingan non-medis justru digunakan untuk mobilisasi aksi massa, bahkan membawa material seperti batu dan bambu. Lebih mencengangkan, terdapat kasus penyalahgunaan ambulans untuk mengangkut narkoba dalam jumlah besar, yang memperlihatkan bagaimana fasilitas darurat dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.

Perwakilan Ambulans Community Bekasi, Candra Kurniawan, menegaskan bahwa kondisi ini bukan sekadar pelanggaran aturan, tetapi bentuk pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan. Ia menilai, ketika ambulans disalahgunakan, yang dipertaruhkan bukan hanya hukum, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap layanan darurat yang seharusnya hadir dalam situasi paling genting.

Tak hanya itu, sorotan juga diarahkan pada dugaan modus baru yang melibatkan oknum tertentu, seperti penggunaan ambulans oleh debt collector untuk memancing target keluar. Praktik ini dinilai semakin memperkeruh citra ambulans di tengah masyarakat dan berpotensi menimbulkan ketakutan serta ketidakpercayaan terhadap kendaraan yang seharusnya membawa rasa aman.

Di tengah situasi tersebut, insiden viral cekcok antara sopir ambulans dan kendaraan berpelat merah di jalan raya turut menjadi refleksi masalah yang lebih luas. Dugaan miskomunikasi di lapangan, ditambah minimnya kesadaran pengguna jalan terhadap prioritas ambulans, menunjukkan bahwa persoalan tidak hanya terletak pada oknum, tetapi juga pada rendahnya disiplin dan empati di ruang publik.

Komunitas ini menegaskan perlunya langkah tegas dan sistematis untuk mengembalikan marwah ambulans sebagai fasilitas darurat yang sakral. Pembinaan, pelatihan berkendara, hingga pengawasan ketat terhadap operasional ambulans dinilai mendesak untuk dilakukan. Tanpa langkah konkret, penyimpangan ini dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin menggerus kepercayaan publik terhadap layanan penyelamatan./*ADR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *