JAKARTA – Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap maraknya kenakalan remaja dan potensi tawuran, sebuah komunitas anak muda justru mengambil langkah berani dengan menghadirkan ruang alternatif yang lebih sehat dan terarah. Kegiatan yang mereka gelar bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan bentuk nyata perlawanan terhadap budaya negatif yang kian mengancam masa depan generasi muda.
Dengan memanfaatkan waktu-waktu rawan, khususnya pada malam hari, komunitas ini secara aktif mengajak para pelajar dan pemuda untuk terlibat dalam aktivitas positif. Salah satu kegiatan silaturahmi yang dilakukan dikemas secara kreatif melalui nonton bareng pertandingan Manchester United melawan Liverpool yang digelar di Warkop AnekaDjaya, Ciledug, dan dihadiri sekitar 100 pemuda serta pelajar.
Ketua Zombie All Star, Alfredo Kolly Binan Disapa Edo, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan bentuk kepedulian serius terhadap kondisi generasi muda saat ini. “Kami ingin membangun silaturahmi yang kuat sekaligus mengajak pemuda, khususnya pelajar, untuk tetap berada di jalur positif dan menjauhi kegiatan yang merusak diri sendiri serta masa depan mereka,” tegasnya.
Komunitas ini juga menunjukkan sikap tanpa kompromi terhadap segala bentuk aktivitas negatif. Tidak ada toleransi bagi perilaku menyimpang di dalam komunitas, karena mereka berkomitmen menjadikan wadah ini sebagai ruang yang aman, disiplin, dan berorientasi pada pembentukan karakter yang kuat.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mampu menekan angka tawuran, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya gerakan serupa di berbagai wilayah. Dengan konsistensi dan semangat kolektif yang terus dijaga, komunitas ini optimistis dapat menjadi garda depan dalam menciptakan generasi muda yang lebih sadar, tangguh, dan berdaya saing di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. (/*ADR).











