Berita  

Ketua Kelompok Margajaya Bersatu Serukan Literasi Informasi

JAKARTA – Di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak cepat tanpa saringan, masyarakat dihadapkan pada tantangan serius: membedakan fakta dan opini, serta kebenaran dan hoaks. Situasi ini menuntut kewaspadaan kolektif agar ruang publik tidak dipenuhi oleh informasi menyesatkan yang dapat merusak tatanan sosial.

Apriansyah selaku Ketua Kelompok Margajaya Bersatu, menegaskan pentingnya sikap bijak dalam menerima setiap informasi yang beredar, baik melalui media sosial maupun percakapan sehari-hari di lingkungan masyarakat. Tidak semua informasi yang viral memiliki dasar kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kebiasaan mudah percaya tanpa verifikasi hanya akan membuka ruang bagi penyebaran hoaks yang dapat memicu kesalahpahaman. Lebih jauh, dampaknya bisa menjalar menjadi keresahan sosial hingga potensi perpecahan di tengah masyarakat yang selama ini hidup berdampingan secara harmonis.

Oleh karena itu, setiap individu perlu membangun budaya cek dan ricek sebelum membagikan informasi. Sikap kritis bukan hanya bentuk kecerdasan digital, tetapi juga tanggung jawab moral untuk menjaga ekosistem informasi yang sehat dan tidak merugikan orang lain.

Selain itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan tetap menjaga persatuan dan stabilitas lingkungan sosial. Perbedaan pandangan harus dikelola melalui dialog yang sehat, saling menghormati, serta mengedepankan musyawarah demi terciptanya ketertiban dan keamanan bersama.

Dengan memperkuat kebersamaan dan kedewasaan dalam menyikapi informasi, kita dapat membangun lingkungan yang lebih kondusif, aman, dan harmonis. Hal ini menjadi fondasi penting bagi kehidupan bermasyarakat yang rukun dan berkelanjutan. (/RA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *